|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 18 May 2010 23:29 |
|
pesantren entrepreneur present: "quantum resign"
|
|
Menghafal Al Quran Part 1 |
|
Written by umar
|
|
Wednesday, 10 February 2010 14:25 |
|
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Salah satu keistimewaan Al Quran adalah mudah dihafal diluar kepala, mudah diingat, dan mudah difahami. Subhanallah. Allah telah berfirman dalam surat Al qomar: 17 “Dan sungguh telah kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” Ini karena dalam lafadz-lafadz Al Quran , struktur kalimat, dan ayat-ayatnya terdapat harmoni, keselarasan, dan kemudahan yang membuat ia mudah dihafal oleh mereka yang benar-benar ingin menghafalnya, memasukkannya kedalam dada, dan menjadikan hatinya sebagai wadah al quran. Karena itulah kita dengan mudah menjumpai ribuan bahkan puluhan ribu orang muslim menghafal al quran. Kebanyakan mereka memulainya ketika masih kanak-kanak dan belum dewasa. Fenomena ini tidak dijumpai pada kitab-kitab yang lain, baik kitab agama maupun kitab biasa, tidak ada yang dihafal oleh orang banyak sebegitu banyak. Jika Anda mencari orang yang hafal kitab agama Nasrani (injil), anda tidak akan mendapati satu pun yang hafal kitab ini, baik seluruhnya, setengahnya, ataupun seperempatnya. Bahkan dari kalangan orang-orang yang mengimani kitab tersebut sekalipun. Para pastor, rahib, pendeta, uskup, dan pimpinan katedral sekalipun tidak hafal kitab mereka itu. Berbeda dengan al quran, kita dengan mudah mendapati orang yang hafal al quran dengan bik, bahkan dari kalangan non arab. Contohnya dinegara Pakistan, india, Indonesia, Turki, Senegal, dan keturunan Afrika yang lain. Padahal mereka tidak bisa berbahasa Arab. Ternyata itu semua adalah wujud nyata dari Firman Allah SWT dari firman Allah: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya “(Al Hijr: 9) Dalam ayat tersebut, Allah menjamin terpeliharanya al quran dengan bahasa yang tegas. Salah satu cara pemeliharaannnya adlah dengan menyiapkan oran orang yang menghafalnya di luar kepala dari generasi ke generasi. Maka tidak heran kalau banyak penghafal yang berusia masih muda maupun yang sudah tua. Menghafalkan al quran ini sendiri semenjak kanak-kanak adalah memudahkan untuk meluruskan lisan. Selain hal tersebut ada beberapa keutamaan untuk menghafalkan al quran, diantaranya sebagaimana disebutkan dalam hadist berikut: “Ketika kiamat nanti, penghafal al quran akan didatangkan dan al qquran berkata, “Wahai Tuhan, berilah dia pakaian””. Maka orang itupun diberi mahkota kehormatan. Al Quran berkata lagi “wahai Tuhan, tambahlah lagi”. Maka orang itu diberi pakaian kehormatan. Al Quran berkata lagi “wahai tuhan ridhailah dia”. Maka orang itupun diridhoi , kemudian dikatakan kepadanya. “Bacalah dan tingkatkanlah. Setiap satu ayat akan menambah satu kebaikan” Bersambung…
|
|
Komunitas Parkiran Syuhada |
|
Written by umar hakim
|
|
Friday, 22 January 2010 14:03 |
|
kajian ahad hampir dimulai, beberapa ikhwan pengurus kajian ahad pagi terlihat mengangkut toa, mick, buku presensi ikhwan dan akhwat, kotak infak, meja kecil, dan beberapa perlengkapan lain. dari lantai dua masjid terdengar alunan quran yang sangat luar biasa indah, sedangkan dari seberang terdengan nyanyian Minggu pagi dari gereja sudah dimulai. agaknya hari ahad di Kota baru menjadi salah satu ladang dakwah yang sangat luar biasa. nuansa spiritualitasnyapun sangat dahsyat. "Assalamu'alaykum akhi.. hari ini kajiannya ustadz siapa ya?" seorang yang baru saja datang bertanya pada penjaga parkir masjid syuhada (yang sebenarnya pengurus harian cdms). sambil tersenyum kedua orang tukang parkir syuhada itu kemudian bangkit dari duduk dan menjabat tangan sang tamu. "Wa'alaykummussalam warahmatullah. insyaAllah hari ini ustadz Nashir Harist Syihab yang akan mengisi akhi" "temanya?" "Tentang Manajemen Cemburu" jawab mereka. "temanya aneh-aneh saja ya...tapi mungkin karena itu saya jadi sangat tertarik dengan kajian di syuhada" jawabnya dan pembicaraan pun berlangsung sampai akhirnya suara moderator terdengar memanggil peserta kajian. disebelah nyanyian makin keras, beberapa orang akhwat datang berboncengan dengan motor, sepasang suami istri mengendarai mobil juga ikut parkir, dan diiikuti oleh pejalan-pejalan kaki yang semangat menuju masjid syuhada. subhanallah. nuansa inilah yang sangat saya syukuri ikhwah fillah semuanya. semoga ukhuwah ini terus terjaga.. amin...
|
|
Pernikahan, oleh Ustadz Faudzil Adhim |
|
Written by umar hakim
|
|
Friday, 22 January 2010 13:52 |
|
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Kalau ada yang bertanya tentang pernikahan itu seperti apa, maka jawabannya adalah "Pernikahan itu seperti makanan ketika halal maka boleh dimakan akan tetapi belum tentu barakah. Maka menikah tidak hanya dilaksanakan agar sah tetapi juga agar mendapat barakah dari allah." gurau beliau disela-sela kajian. kajian Studi Islam Efektif 28 yang lalu sangat menonjolkan kesan akan kajian-kajian pernikahan dan kekeluargaan. lantas point-point yang disorot beliau dalam kajian tersebut adalah sebagai berikut: Kesalahan dalam pernikahan seperti contoh mahar diserahkan lebih dulu sebelum ijab qabul dilakukan, yang seperti itu disebut hadiah. Khutbah nikah juga harus diperhatikan karena hal tersebut akan sangat bermanfaatkan untuk meluruskan niat kita membaguskan tujuan kita. Wali yang berkewajiban menikahkan adalah bapaknya, bukan KUA. Maka jika akad nikah yang mengijabkan adalah petugas kua maka harus ada proses mewakilkan. Ketika sudah diwakilkan maka dia berpindah dari tempatnya. Dan akad mewakilkan harus ada. Ijab dan qabul yaitu pernyataan untuk menikahkan dan pernyataan menerima. Antara ijab dengan qabul harus bersambung tidak boleh ada sesuatu kalimat lain. Pada pernyataan qabul intinya adalah pernyataan menerima, misal dengan mengangguk, atau kode, tulisan atau kalimat. Perlu diketahui apa yang menyebabkan pernikahan dibarakahi allah. “ dan diantara tanda kekuasaan allah yaitu mencipkakan kamu berpasang2 an …” . ketika kita berupaya maka allah akan memberikan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Keluarga sakinah : ketenangan. Ketenangan telah ada setelah kita menikah dan kewajiban kita yaitu harus senantiasa menjaga ketenangan itu. Sedangkan Mawaddah: kesenangan secara biologis dan Rahmah: kasih sayang yang tulus aspek psikologi, keduanya akan datang ketika manusia berusaha mendapatkannya.
|
|
Atas nama dakwah, izinkan aku....... |
|
Written by ferry ivo
|
|
Sunday, 13 December 2009 02:23 |
|
Jam 16.30, sehabis salat asar, di salah satu ruangan di sebuah masjid............. “ kalo menurut anti, apa lagi yang perlu kita persiapkan untuk dauroh besok ?” tanya seorang ikhwan pada seorang akhwat di sela-sela syuro’nya. Ya, syuro’ yang hanya berdua. Memang, harusnya banyak yang akan mengikuti syuro’, namun yang datang hanya dua orang, satu ikhwan dan satu akhwat. Yang lain, sudah hampir satu jam mereka menunggu, tapi tidak ada lagi yang datang, hanya mereka berdua, satu ikhwan dan satu akhwat. Mereka berdua membicarakan masalah koordiansi pada sebuah dauroh yang akan wajihah mereka adakan. Syuro’ disebuah ruangan berhijab, yang didalamnya hanya ada mereka berdua. Ternyata, materi Liqo’ dari murobbi/murobbiah mereka telah terlupakan, tentang batas-batas ikhtilath. Jam 09.00 di lorong ruangan sebuah kampus........... “Assalamu’alaikum. afwan ukhti, ini undangan buat aksi besok, tolong kasihkan ke ikhwah yang lain.” Pinta seorang ikhwan pada seorang akhwat yang tengah berjalan keluar dari sebuah ruangan kuliah. sang akhwatpun menimpalinya dengan bertanya beberapa hal, tentang rencana aksi/ demonstrasi. Tak sadar, sebuah pembicaraan kecil terjadi antara seorang ikhwan dan seorang akhwat itu, diantara keramaian suasana kampus. Sang ikhwan begitu memperhatikan setiap ucapan dan gerak sang akhwat, sementara sang akhwat pun tak mau ketinggalan. Ia juga begitu seriusnya memperhatikan setiap gerak sang ikhwan. Gerakan matanya, kedua tangannya dan yang lain. Ternyata, ujung-ujung jilbab dan sepatunya tak mampu untuk menarik kedua bola mata sang akhwat, untuk sekedar.......menundukkan pandangan. Ternyata juga, wajah mungil sang akhwat telah menjadi magnet yang sangat kuat pada sang ikhwan, sehingga ia lupa tujuan semulanya
|
|
Last Updated on Sunday, 13 December 2009 02:52 |
|
Read more...
|
|
Written by ferry ivo
|
|
Sunday, 13 December 2009 01:58 |
|
Sebut saja nama akhwat itu Mentari. Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia ini memenangkan award di angkatannya sebagai “TER-jaga”. Predikat itu memang wajar saja disandangnya. Hijab yang membalut tubuhnya dengan rapi, kata-kata yang dilontarkannya begitu tertata, lakunya penuh kesopanan, pandangan matanya jauh dari kesan “jelalatan”, dan sikapnya yang tidak berlebihan.
Secara fisik, Mentari terbilang menyejukan mata yang memandangnya. Setidaknya beberapa ikhwah sempat menjulukinya Mentari DiSas alias Dian Sastro (walaupun agak dipaksakan J). Namun, dengan segala kelembutan yang dimilikinya itu, tidak berarti Mentari memiiki kadar ketegasan yang minim . Itulah sebabnya, mantan Ketua Keputrian organisasi keislaman kampus ini menjadi inspirasi dan kantung curahan hati rekan-rekan muslimah yang lain. Hampir tak seorangpun laki-laki yang berani menggodanya. Jangankan untuk mengajaknya diskusi, untuk sekadar menegurnya saja tampak sangat segan. Terbukti dari berbagai pengakuan ikhwan-ikhwan rekan kerjanya yang gak berani macem-macem dengan akhwat yang satu ini.
|
|
Read more...
|
|
Manajemen Keluarga Muslim Bahagia Sejahtera |
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 17 November 2009 14:22 |
|
Oleh Ustadz Junni Al Jundi dalam Kajian Ahad Pagi Syuhada 15 November 2009 “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.” (Qs AnNisa’: 9) Ayat diatas telah jelas menerangkan bahwa hendaklah kita bekerja keras untuk menghasilkan generasi yang kuat dan sejahtera, dan mengutamakan kejujuran. Kuat dalam arti yang seluas-luasnya, baik secara fisik, intelektual, emosiona, spiritual, dan finansial. Setelah memenuhi kriteria kuat tersebut maka jelas akan terhapus kekhawatiran terhadap kesejahteraan di dunia maupun di akhirat. Secara sepintas memang kata kesejahteraan identik dengan finansial dan yang berhubungan dengan uang. Akan tetapi jika dilihat lebih jauh, dengan tidak menegasikan pentingnya uang, kesejahteraan yang hakiki harus ditopang dengan faktor-faktor lain di atas. Lebih-libih jika kita melihat ayat-ayat tentang jihad, selalu disandingkan antara kewajiban berjihad dengan jiwa dengan kewajiban berjihad dengan harta. Fisik, intelektual, emosional, dan spiritual tercakup dalam “jiwa” sedangkan spiritual diwakili oleh “harta”. “Wahai orang-orang yang beriman, inginkah kalian aku tunjukkan pada suatu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kalian berjihad di jalan Allah denganh harta dan jiwa kalian.” (Q.S. Ash-Shaf 61: 10-11) Oleh karena itu hendaknya kita mempersiapkan jiwa dan harta tersebut untuk memenuhi panggilan jihad tersebut. Tidak mungkin kita dapat berjihad dengan harta jika kita tidak memilikinya, begitu juga dengan yang lain. Islam telah mengatur banyak hal dalam segi finansial salah satunya yaitu perintah zakat. Sebagaimana telah kita fahami perintah zakat diwajibkan bagi seorang muslim yang mampu melaksanakannya. Sehingga secara tidak langsung Islam “memaksa” pemeluknya agar menjadi orang yang mampu sehingga dapat menunaikan perintah zakat. Secara ekonomi, seorang muslim diharapkan untuk menjadi muzakki, bukan sebagai mustahiq si penerima zakat. Sebagai contoh Rasulullah SAW, beliau adalah orang yang sangat kaya, bisa dibayangkan beliau menikahi Khadijah dengan mahar 1000 ekor unta. Sungguh nilai yang tidak kecil di zaman itu. Umar ibnu Khatab, Utsman Bin ‘Affan adalah pejabat dan konglomerat kaya raya. Beliau termasuk sahabat Nabi saw. yang dijamin masuk surga. Demikian pula halnya dengan ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Seorang sahabat yang berjiwa bisnis, beliau seorang saudagar kaya raya. Toh beliau juga termasuk yang dijamin masuk surga. Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, khalifah yang kaya raya. Tapi justru dia termasuk orang zuhud. Zuhud tidak sama dengan miskin, melarat dan sebagainya. Dia merupakan rasa cukup dan puas terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah. Zuhud adalah tidak adanya ikatan kepada harta dan materi duniawi. Orang yang memiliki harta dan jabatan tetapi merasa cukup dan puas dengan apa yang diberikan Allah dan menghilangkan ketertarikan hati dengannya adalah zuhud sekalipun ia kaya raya. Manajemen keuangan islam telah mengatur bagaimana harta dikelola sehingga ia dapat menjadikan wasilah kepada surga, sebaliknya jika tidak dikelola
|
|
Read more...
|
|
Written by Umar Chakim
|
|
Monday, 26 October 2009 03:19 |
|
Risalah Tauhid oleh Ustadz Muhammad Abduh Beliau rahimahulullah adalah seorang ulama yang meletakkan dasar-dasar pemikiran logika untuk membahas ilmu alam dan menolak pemikiran yang kolot. beliau menjadi salah seorang pemikir Mesir pada zamannya dan menjadi Ustadz di al Azhar Mesir. Bismillahirrahmaanirrahiim Tauhid adalah suatu ilmu yang membahas tentang Wujud Allah, tentang sifat-sifat yang wajib tetap padaNya, sifat-sifat yang boleh disifatkan kepadaNya dan tentang sifat-sifat yang samasekali wajib dilenyapkan daripadanya. juga membahas tentang rasul-rasul Allah, meyakinkan kerasulan mereka, meyakinkan apa yang wajib ada pada diri mereka, apa yang boleh dihubungkan/nisbah/ kepada diri mereka, apa yang terlarang menghubungkannya kepada diri mereka. asal makna tauhid ialah meyakinkan/mengi'tikadkan/ bahwa Allah adalah satu, tidak ada serikat bagiNya. Sebabnya disebabkan ilmu tauhid ialah karena bagiannya yang terpenting menetapkan sifat Wahdah (satu) bagi Allah dalam zatnya dan
|
|
Read more...
|
|
Mendidik Anak Berpikir Kritis |
|
Written by janah
|
|
Saturday, 24 October 2009 22:08 |
|
1. Ajukan pertanyaan Jangan menjawab setiap pertanyaan. Sebaliknya, tanyakan pendapatnya atas pertanyaan yang diajukan oleh anak. Dengan mengajukan pertanyaan, pembicaraan Anda dan anak akan terstimulasi. 2. Jangan mengeritik Kritikan dapat mengurangi rasa percaya diri. Anak akan merasa mereka gagal atau mengecewakan orangtuanya jika mereka dikritik. Cari cara lain untuk mengoreksi masalah yang ditimbulkan anak. Si kecil tak akan mau berkomunikasi bila ia merasa tidak mendapat dukungan dari orangtuanya. Tanyakan pendapat putra-putri Anda, bagaimana mereka akan melakukan tugas yang diberikan padanya. Katakan, mereka telah melakukan tugas dengan baik, dan tanya bagaimana caranya menyelesaikannya. 3. Hargai pendapat anak Anak Anda bukanlah Anda. Walaupun sulit bagi Anda untuk menerimanya, adalah wajar dan sehat bagi seorang anak untuk memiliki pendapat sendiri. Anak-anak yang mempunyai pandangan sendiri serta yakin dan berani dalam mengutarakan pendapatnya, biasanya kurang suka ikut-ikutan dalam gang, atau tidak mudah "takluk" bila mendapat tekanan dari temannya. 4. Ajarkan merangkul perbedaan Beri dukungan pada anak agar belajar mengenai perbedaan budaya dan etnis. Anak yang mendapatkan informasi yang jelas dapat mengerti dan menghormati nilai yang dimiliki oleh orang lain. 5. Ajarkan menjaga milik pribadi Anak-anak perlu mengenal privasi dan milik pribadinya. Mereka perlu diajarkan untuk menghormati privasi mereka sehingga ia pun akan belajar menghormati privasi orang lain. 6. Beri lingkungan penuh kasih Anak-anak tumbuh berkembang di dalam lingkungan di mana mereka tahu bahwa mereka dicintai dan dihargai. Ingatkan mereka setiap hari bahwa Anda mencintai dan mendukung mereka. 7. Mengerti proses berpikir Agar dapat menjadi pembela yang benar bagi anak, Anda harus tahu dan mengerti bagaimana gaya/cara anak belajar. Apakah dia termasuk kreatif, logis, musikal, spatial, interpersonal, intrapersonal, atau naturalis? Anda harus mengenali kemampuan anak, menerima, serta memberikan dukungan atas kreativitasnya. 8. Biarkan ia berpikir untuk diri sendiri Dukung anak untuk berpikir mandiri. Biarkan ia mengambil keputusan yang disertai dengan alasan yang tepat untuk dirinya. Berikan anak cukup ruang untuk mengambil keputusan, namun Anda tetap di sisinya untuk mengantisipasi bila rencana tersebut tidak berjalan mulus. 9. Ajarkan mengendalikan stres Bantu anak secara efektif tentang bagaimana cara menghadapi stres. Coba untuk tidak memberikan kontribusi pada stres yang mereka alami dengan tuntutan dan harapan yang tidak realistis. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. 10. Ajarkan yakin pada instingnya Agar anak berhasil di dalam kehidupan, dia harus belajar cara mempercayai keputusan yang diambilnya. Ia harus yakin dengan insting dan perasaannya. Anak-anak yang yakin dengan dirinya biasanya jarang terjerumus dalam perilaku yang tidak sehat.
|
|
Last Updated on Saturday, 31 October 2009 08:09 |
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |
|
|
|
|
|
We have 3 guests online
Members : 21
Content : 37
Content View Hits : 8216
global track
|