Pojok Parkiran
|
Written by ferry ivo
|
|
Sunday, 13 December 2009 01:58 |
|
Sebut saja nama akhwat itu Mentari. Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia ini memenangkan award di angkatannya sebagai “TER-jaga”. Predikat itu memang wajar saja disandangnya. Hijab yang membalut tubuhnya dengan rapi, kata-kata yang dilontarkannya begitu tertata, lakunya penuh kesopanan, pandangan matanya jauh dari kesan “jelalatan”, dan sikapnya yang tidak berlebihan.
Secara fisik, Mentari terbilang menyejukan mata yang memandangnya. Setidaknya beberapa ikhwah sempat menjulukinya Mentari DiSas alias Dian Sastro (walaupun agak dipaksakan J). Namun, dengan segala kelembutan yang dimilikinya itu, tidak berarti Mentari memiiki kadar ketegasan yang minim . Itulah sebabnya, mantan Ketua Keputrian organisasi keislaman kampus ini menjadi inspirasi dan kantung curahan hati rekan-rekan muslimah yang lain. Hampir tak seorangpun laki-laki yang berani menggodanya. Jangankan untuk mengajaknya diskusi, untuk sekadar menegurnya saja tampak sangat segan. Terbukti dari berbagai pengakuan ikhwan-ikhwan rekan kerjanya yang gak berani macem-macem dengan akhwat yang satu ini.
|
|
Read more...
|
|
Mendidik Anak Berpikir Kritis |
|
|
|
|
Written by janah
|
|
Saturday, 24 October 2009 22:08 |
|
1. Ajukan pertanyaan Jangan menjawab setiap pertanyaan. Sebaliknya, tanyakan pendapatnya atas pertanyaan yang diajukan oleh anak. Dengan mengajukan pertanyaan, pembicaraan Anda dan anak akan terstimulasi. 2. Jangan mengeritik Kritikan dapat mengurangi rasa percaya diri. Anak akan merasa mereka gagal atau mengecewakan orangtuanya jika mereka dikritik. Cari cara lain untuk mengoreksi masalah yang ditimbulkan anak. Si kecil tak akan mau berkomunikasi bila ia merasa tidak mendapat dukungan dari orangtuanya. Tanyakan pendapat putra-putri Anda, bagaimana mereka akan melakukan tugas yang diberikan padanya. Katakan, mereka telah melakukan tugas dengan baik, dan tanya bagaimana caranya menyelesaikannya. 3. Hargai pendapat anak Anak Anda bukanlah Anda. Walaupun sulit bagi Anda untuk menerimanya, adalah wajar dan sehat bagi seorang anak untuk memiliki pendapat sendiri. Anak-anak yang mempunyai pandangan sendiri serta yakin dan berani dalam mengutarakan pendapatnya, biasanya kurang suka ikut-ikutan dalam gang, atau tidak mudah "takluk" bila mendapat tekanan dari temannya. 4. Ajarkan merangkul perbedaan Beri dukungan pada anak agar belajar mengenai perbedaan budaya dan etnis. Anak yang mendapatkan informasi yang jelas dapat mengerti dan menghormati nilai yang dimiliki oleh orang lain. 5. Ajarkan menjaga milik pribadi Anak-anak perlu mengenal privasi dan milik pribadinya. Mereka perlu diajarkan untuk menghormati privasi mereka sehingga ia pun akan belajar menghormati privasi orang lain. 6. Beri lingkungan penuh kasih Anak-anak tumbuh berkembang di dalam lingkungan di mana mereka tahu bahwa mereka dicintai dan dihargai. Ingatkan mereka setiap hari bahwa Anda mencintai dan mendukung mereka. 7. Mengerti proses berpikir Agar dapat menjadi pembela yang benar bagi anak, Anda harus tahu dan mengerti bagaimana gaya/cara anak belajar. Apakah dia termasuk kreatif, logis, musikal, spatial, interpersonal, intrapersonal, atau naturalis? Anda harus mengenali kemampuan anak, menerima, serta memberikan dukungan atas kreativitasnya. 8. Biarkan ia berpikir untuk diri sendiri Dukung anak untuk berpikir mandiri. Biarkan ia mengambil keputusan yang disertai dengan alasan yang tepat untuk dirinya. Berikan anak cukup ruang untuk mengambil keputusan, namun Anda tetap di sisinya untuk mengantisipasi bila rencana tersebut tidak berjalan mulus. 9. Ajarkan mengendalikan stres Bantu anak secara efektif tentang bagaimana cara menghadapi stres. Coba untuk tidak memberikan kontribusi pada stres yang mereka alami dengan tuntutan dan harapan yang tidak realistis. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. 10. Ajarkan yakin pada instingnya Agar anak berhasil di dalam kehidupan, dia harus belajar cara mempercayai keputusan yang diambilnya. Ia harus yakin dengan insting dan perasaannya. Anak-anak yang yakin dengan dirinya biasanya jarang terjerumus dalam perilaku yang tidak sehat.
|
|
Last Updated on Saturday, 31 October 2009 08:09 |
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 30 January 2009 14:16 |
|
Berikut Kode Perintah dasar Chatting lewat Intranet melalui berbagai Channel, seperti: Rungkut, madiun,dll: /nick (nick baru) = mengganti nickname anda /notice (nick) (pesan) = notice ke nick /join (#channel) = masuk chennel /say (pesan) = seperti chat biasa /part (#channel) = keluar dari channel /msg (nick) (pesan) = kirim msg ke nick /quit = keluar dari IRC /notify (nick) = agar tau nick tersebut online / tidak /quit (pesan) = quit dengan pesan kamu /server (nama server) = ganti server /query (nick) = private msg ke user /invite (nick) (#channel) = invite user /dcc chat (nick) = dcc chat ke nick /dcc send (nick) (filename) = kirim file /mode (nick kamu) +I = ubah mode menjadi invisible (tidak kelihatan di /who #channel oleh orang) /ignore (nick) atau /ignore *@IPnya = abaikan user, semua tulisannya tidak akan kita lihat /me (pesan) = action, hasilnya *(nick) (pesan) /list = melihat list semua chennel /who (nick/#channel) = melihat keterangan user atau chennel/whois (nick) = melihat keterangan ttg user /away (pesan) = pergi sesaat dengan pesan /away = menyatakan balik dari away /ctcp (nick) ping = periksa berapa lama ketikan kamu sampai ke user /ctcp (nick kamu) ping = cek lag kamu sendiri /uwho (nick) = melihat U central nick /clear = bersihkan layar aktif masih banyak kode yang lain.. googling aja...
|
|
Last Updated on Saturday, 31 October 2009 10:12 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|