|
Jam 16.30, sehabis salat asar, di salah satu ruangan di sebuah masjid............. “ kalo menurut anti, apa lagi yang perlu kita persiapkan untuk dauroh besok ?” tanya seorang ikhwan pada seorang akhwat di sela-sela syuro’nya. Ya, syuro’ yang hanya berdua. Memang, harusnya banyak yang akan mengikuti syuro’, namun yang datang hanya dua orang, satu ikhwan dan satu akhwat. Yang lain, sudah hampir satu jam mereka menunggu, tapi tidak ada lagi yang datang, hanya mereka berdua, satu ikhwan dan satu akhwat. Mereka berdua membicarakan masalah koordiansi pada sebuah dauroh yang akan wajihah mereka adakan. Syuro’ disebuah ruangan berhijab, yang didalamnya hanya ada mereka berdua. Ternyata, materi Liqo’ dari murobbi/murobbiah mereka telah terlupakan, tentang batas-batas ikhtilath. Jam 09.00 di lorong ruangan sebuah kampus........... “Assalamu’alaikum. afwan ukhti, ini undangan buat aksi besok, tolong kasihkan ke ikhwah yang lain.” Pinta seorang ikhwan pada seorang akhwat yang tengah berjalan keluar dari sebuah ruangan kuliah. sang akhwatpun menimpalinya dengan bertanya beberapa hal, tentang rencana aksi/ demonstrasi. Tak sadar, sebuah pembicaraan kecil terjadi antara seorang ikhwan dan seorang akhwat itu, diantara keramaian suasana kampus. Sang ikhwan begitu memperhatikan setiap ucapan dan gerak sang akhwat, sementara sang akhwat pun tak mau ketinggalan. Ia juga begitu seriusnya memperhatikan setiap gerak sang ikhwan. Gerakan matanya, kedua tangannya dan yang lain. Ternyata, ujung-ujung jilbab dan sepatunya tak mampu untuk menarik kedua bola mata sang akhwat, untuk sekedar.......menundukkan pandangan. Ternyata juga, wajah mungil sang akhwat telah menjadi magnet yang sangat kuat pada sang ikhwan, sehingga ia lupa tujuan semulanya
untuk bertemu sang akhwat. Jam 14.00 di sebuah serambi masjid sekolah........ Tampak tiga atau empat pelajar putri, akhwat, duduk-duduk sembari ngobrol. Rupanya, mereka sedang menunggu teman mereka yang lain, untuk sebuah kondolidasi dakwah di sekolahnya. Ya, mereka aktivis di sekolah tersebut. Tampak salah seorang diantara akhwat tersebut bersenandung lirih, tak terlalu keras, sebuah nasyid. Indah suaranya terdengar lamat-lamat dari dalam masjid. Padahal, di dalam masjid ada beberapa pelajar putra yang tengah belajar bersama, mengulang pelajaran yang tadi pagi guru mereka berikan. Memang, suara sang akhwat itu lirih, namun terdengar merdu sampai dalam masjid. Jam 17.30, menjelang maghrib disebuah persimpangan jalan..... “assalamu’alaikum, afwan ukhti, mau pulang bareng dengan ana? daripada anti jalan sendiri dan capek, mending bonceng mobil sama ana. Ingat, ba’da isya kita masih harus nerusin syuro’ pembahasan tentang konsep gerak kita di kampus belum selese.” Kata seorang ikhwan, aktivis kampus saat berpapasan dengan seorang akhwat, aktivis sekampusnya juga, saat akan pulang ke kosnya. Mereka baru saja syuro’ di kampusnya dan pembahasannya belum selesai. Syuro’ itu dipotong sampai isya’, untuk kemudian dilanjutkan kembali ba’da isya. Ternyata, sang akhwat menimpalinya sambil tersenyum manja, “ iya deh akh, jazakallah ya! ” jam 03.30 di sebuah rumah seorang akhwat, single, aktivis dakwah (katanya)................ tampak akhwat itu terbangun kaget dari tidurnya. Ya, ia kaget karena Hp-nya berdering. Dari layar HP-nya, muncul nama seorang ikhwan, temannya seaktivitas, se-wajihah di kampusnya. “ Fikri”. Begitu nama ikhwan tersebut. Sejenak sang akhwat berpikir, oya, sekarang giliran Fikri yang calling ke semua teman di wajihahnya. Memang, di wajihahnya ada program tahajud call, yaitu misscall ke semua anggota wajihah tersebut, baik ikhwan maupun akhwat. Jam 11.00 di sebuah konser nasyid........................ Terdengar riuh sorak penonton yang memadati tempat penyelenggaraan konser nasyid tersebut. Maklum, yang datang dan menjadi bintang tamu adalah kelompok nasyid yang sudah cukup terkenal. Saat munsyid pada nasyid tersebut keluar, tampak mereka melambaikan tangan. Sesaat itu, sebuah lagu mereka bawakan. Semakin riuhlah tempat tersebut. Lalu, diantara lagu yang mereka bawakan, sembari ta’aruf -sekedar basa basi- ada beberapa kalimat terucap dari sang lead vocal.”mana tepuk tangannya?”. Dan waktu berlalu, melebihi pukul 12.00 saat kumandang azan ditabrak selama 15 menit oleh acara nasyid tersebut, lantas menunda waktu sholat dengan alasan “yang disyar’i2kan”. Jam xx.xx di sebuahxxxxxx Jam xx.xx di sebuahxxxxxx Jam xx.xx di sebuahxxxxxx Ingin kuteruskan artikel ini, namun nafasku tercekat sampai disini. Ingin pula ku lanjutkan kata-kata pada judul artikel ini, namun,... ah tak sampai hati aku tuk menuliskannya. Atas nama dakwah, ijinkan aku............. Silakan teruskan sendiri titik2 di atas. Yang pasti itu adalah buah kemenangan nafsu yang tengah beradu melawan iman dalam hati, dan menghempaskan diri dalam lembah nista paling dalam.... Ferry Ivo, Hamba yang alpa dengan semangat yang membara
|