Hidup dalam satu kalimat utuh PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 30 January 2009 14:20

Ikhwahufiddin, sungguh banyak sekali nikmat yang telah kita nikmati semenjak di lahirkan hingga kita bertatap muka disini. Mulai dari hirupan nafas, degup jantung, hingga sehelai rambut yang bersemayam di kulit kita, semuanya sungguh mempesona.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?”(Ar Rahman)

Jawaban kita sangat jelas akhuna, tidak ada ya Rabb, sungguh Maha Suci Engkau dengan segala yang Engkau ciptakan. Hanya jawaban ini saja, kemudian diikuti oleh lidah, hati dan tangan kita yang kemudian memujiNya dalam tiap degup jantung. Mengapa ana menggunakan degup jantung sebagai ukuran? Sebab dalam setiap detik, jantung kita berdegup dua kali, itu artinya satu detik terlalu lama untuk lupa kepada Allah, walaupun jujur ana juga manusia yang tidak luput dari ke alpaan.

Akhi, nikmat yang Allah berikan itu bukan Cuma-Cuma. “Selalu ada sesuatu dibalik sesuatu” atau jangan jangan ada “udang dibalik peyek” itu yang mungkin sering kita sangkakan kepada Allah. Aduh, bukan seperti itu akhi, Allah sangat kaya, Maha Kaya bahkan (Al Ghoniy), lalu Allah juga Maha Perkasa, Maha Kuasa dan serangkaian Maha yang lain. Untuk apa Ia mengharapkan sesuatu kepada makhlukNya. Tidak, Allah tidak membutuhkan kita sama sekali, namun sebaliknya kita teramat tergantung kepadanya, tiap degupnya.

Allah tempat bergantung segala sesuatu”(Al Ikhlas: 2)

Karena saking tergantungnya kita kepada Allah, maka satu detik saja kita dibiarkan terpeleset

ke dalam kecelakaan pasti akan terjadi. Bayangkan, satu detik saja kita terpeleset dari helicopter pada ketinggian 300 meter, dijamin, beberapa detik berikutnya adalah maut. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar. Senantiasalah terucap dalam lidah kita akhi.

Maka, pertanyaannya sekarang adalah “bagaimana kita dapat dicintai olehNya?” lho kok harus cinta, atau cinta-cinta lagi, yang lain dong… He he… Cinta manusia akan membuat lidah menyebut kekasih, mengingat, ridha akan putusan apapun, mengabulkan permintaan, dan menempatkan diri sang kekasih ditaman tertinggi dalam jiwanya. Bagaimana kalau antum sampai dicintai oleh Allah? Subhanallah, pasti RRRRuaarrr biasa. Nama antum disebut-sebut di penghuni langit dan bumi, diingat oleh Nya, diridhai, dikabulkan permintaan antum, lalu ditempatkan di tempat yang tinggi. Masya Allah.

Ternyata jawabannya sudah kita hafalkan sejak kecil: Laailaha ilaLLah wa anna Muhammad rasulullah. Inilah jawabannya. Kita menyerahkan sepenuhnya penghambaan (kata kerennya kita memperbudak diri dihadapan Allah) kepada Allah semata, dan dalam menghambakan diri itu, kita sepenuhnya meniru Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwassalam dalam pikiran, perasaan, dan perbuatan. Maka kita akan dicintai oleh Allah, di dunia dan di akhirat. Ini adalah landasan pertama keimanan kita. Keimanan yang akan mencelup kita dalam celupan illahi.

(akhumar)

Comments
Add New Search
wow gold  - zfdfsd5     |123.144.163.xxx |2010-05-27 01:40:38
We always wow gold and wow power leveling or wow gold and wow power leveling
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated on Saturday, 31 October 2009 09:18
 
Kaligrafi-2.jpg

arsip

translate this site

We have 2 guests online
Members : 21
Content : 37
Content View Hits : 9069

Shout Box

ShoutMix chat widget

global track

free counters
Valid XHTML & CSS | Template Design wex | Copyright © 2009 by CDMS